Chemistry : Reaksi Kimia Antara Anda dan Dia

Hello wordpressioner,di hari cantik ini (12/12/12),saya akan membahas tentang chemistry dalam cinta.

 

Dalam kehidupan ketika tertarik dengan seseorang atau bahkan pada sebuah benda sekalipun pasti Anda akan merasakan sesuatu yang bergejolak pada hati dan juga pikiran Anda. Seolah-olah zat-zat kimia yang terkandung dalam tubuh bereaksi seketika. Perasaan emosional inilah yang disebut dengan chemical reaction atau lebih sering dikenal sebagai chemistry. Lumrah terjadi namun tidak sedikit pula yang kurang menyadarinya.

Ajaibnya, chemistry ini dapat datang begitu saja tanpa disangka sebelumnya, namun Anda pun dapat mengatur atau mengontrolnya, dan bahkan mempertahankan agar reaksi kimia tersebut tetap ada. Pertanyaan yang muncul kemudian adalah seberapa pentingkah chemistry dalam suatu hubungan? Dan bagaimana ciri-ciri saat Anda ternyata sedang mengalami chemistry tersebut?

Sebelumnya Anda harus menyadari ketika chemistry itu hadir. Menurut ahli biopsikologi dari University of Chicago, ketika melihat seseorang yang memilikichemistry dengan Anda maka tanpa disadari ruangan sekitar Anda akan terasa lebih terang. Hal ini disebabkan karena pupil mata yang melebar dan serta merta mampu menangkap lebih banyak gambaran, termasuk cahaya.

Tidak ada keajaiban atau sulap yang dapat membuat seseorang jatuh cinta, namun chemistry sangat berperan penting dalam bagaimana perkembangan sebuah hubungan. Pertama, adanya ketertarikan. Komunikasi nonverbal menjadi penting dalam memulai ketertarikan tersebut dan beberapa komunikasi ini mungkin saja melibatkan pheromones, komunikasi yang membentuk reaksi kimia.

Tiga sistem dalam otak yang terkait dengan chemistry salah satunya dalah : Lust (nafsu), yakni hasrat seksual berkaitan erat dengan hormon androgen, atau lebih spesifiknya adalah testoteron (wanita pun memproduksinya). Tahukah Ada bahwa lust ditandai oleh tingginya tingkat testosterone, sebagai contoh misalnya telapak tangan yang basah berkeringat dan jantung yang berdebar-debar disebabkan oleh tingginya tingkat norepinephrine yang tidak normal.

Sementara itu, hasrat jatuh cinta yang ‘tinggi’ tersebut disebabkan oleh dorongan dari phenylethylamine dan dopamine. Sesuatu yang tidak akan pudar meski bulan madu telah berakhir. Justru percintaan yang langgeng akan menstabilkan proses produksi hormon seritosin dan oxytoxin.

Lalu apakah perselingkuhan yang terjadi antara Anda dan pasangan merupakan kesalahan dari ketiadaan chemistry ? Mungkin sebagian besar benar, para peneliti menyebutkan bahwa penindasan dari vasopressin ternyata dapat menyebabkan para pria meninggalkan pasangannya dan mencari pasangan baru. Maka dari itu dalam sebuah hubungan Anda harus memiliki chemistry!

Salam Cinta WordPressioner.,

 

 

 

Published On : Dec 12,2012  @09:48

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s