Nick Vujicic Motivator dan Penginjil yang Luar Biasa.,

Hari Kamis, 6 Maret 2014 lalu, saya pernah bertugas sebagai pengkhotbah pada mata kuliah Agama Kristen Protestan. Memang sudah ada kian jadwal petugas kebaktian tiap masuk makul Agama. Anehnya pas Rabu Malam, saya sama sekali gak ada buat persiapan untuk khotbah besok. Tibalah hari kamis, saya mulai gelisah dan bingung mau buat ayat renungan, lalu saya  nyari khotbah singkat di buku Manna Sorgawi. Tak satupun yang membuatku tertarik untuk memilih khotbah-khotbah di buku itu. Tanganku bergerak cepat membolak-balik halaman buku itu dan akhirnya pandanganku terhenti pada halaman buku agak terakhir yang menceritakan kisah dan kesaksian Nick Vujicic. Sebelumnya saya gak pernah mendengar nama dan kisah itu. Begitu saya membaca kisah Nick, langsung deh milih kisah ini untuk saya khotbahkan.

Ayat renungan yang cocok dengan khotbah itu adalah Yohanes 9:1-3 (1Waktu Yesus sedang lewat, Ia melihat seorang yang buta sejak lahirnya. 2Murid-muridNya bertanya kepada-Nya: “Rabi, siapakah yang berbuat dosa, orang ini sendiri atau orang tuanya, sehingga ia dilahirkan buta?”. 3Jawab Yesus: “Bukan dia dan bukan juga orangtuanya, tetapi karena pekerjaan-pekerjaan Allah harus dinyatakan di dalam dia)

Saya mulai mengubah sebagian kalimat khotbah yg dibuku menjadi kata2 sendiri, dihafal mati, lalu dikhotbahkan di depan warga kelas Kimia Bilingual dan Fisika Bilingual Unimed😀. Berawal dari situlah makanya saya mau ngeposting Kisah Nick Vujicic.

Nicholas James Vujicic lahir dari keluarga Kristen Serbia di Melbourne, Australia, pada 4 Desember 1982. Ibu Nick adalah seorang perawat, dia tahu apa yang harus dia lakukan ketika dia hamil, dia mengawasi dietnya, berhati-hati tentang obat-obatan, dan tidak mengonsumsi alkohol, aspirin, atau pembunuh nyeri lainnya. Dia pergi ke dokter terbaik dan dokter meyakinkan segalanya berjalan lancar. Ayah Nick adalah seorang programmer komputer, akuntan, dan juga seorang pengkhotbah. Ayah dan Ibu Nick tidak menyangka bayi pertamanya itu lahir dengan kondisi cacat fisik. Nick lahir dengan gangguan tetra-amelia langka. Tetra-amelia adalah kelainan kongenital sangat jarang. Dia lahir tanpa tangan dan kaki, padahal masa kehamilan ibunya lancar dan tidak ada riwayat keluarga dengan kondisi fisik demikian. Nick hanya memiliki satu kaki dengan 2 buah jari yang menonjol dari paha kirinya. Cacatnya datang tanpa penjelasan medis – sebuah kejadian langka yang disebut phocomelia. Keluarga Nick menangis histeris, sedih, dan bertanya-tanya mengapa hal kejam ini akan terjadi pada mereka.

  

Ayah Nick menempatkannya di dalam air pada usia 18 bulan dan memberikan keberanian untuk belajar berenang. Ayahnya juga mengajarkan bagaimana mengetik dengan jari kakinya saat berusia 6 tahun. Ibunya menemukan sebuah perangkat plastik khusus agar dia bisa memegang pena dan pensil. Kehidupan Nick dipenuhi dengan kesulitan demi kesulitan sepanjang hidupnya. Dia tidak bisa bersekolah di sekolah anak-anak normal karena cacat fisiknya. Hukum Australia melarangnya bersekolah di sekolah tersebut.

Ibu Nick terus berjuang untuk mengubah hukum dan berkat kegigihan ibunya, Nick akhirnya bisa bersekolah. Dia adalah salah satu siswa cacat pertama yang menuntut ilmu di sekolah umum. Dia belajar menulis menggunakan dua jari kaki di kaki kirinya. Nick belajar berenang, menangkap ikan dan bermain sepak bola. Nick juga bisa melempar bola tenis, menjawab telepon, menaiki tangga, menyisir rambut sendiri, dan menggosok gigi. Dia memiliki kursi roda listrik yang ia gunakan untuk melakukan setiap aktifitasnya di luar rumah.

  

 

Namun saat dia usia 8 tahun, dia selalu diejek, dibully, ditolak, dan dijauhi teman-temannya di sekolah. Dia pergi ke ibunya bercerita sambil menangis. Pada usia sepuluh, Nick mencoba menenggelamkan dirinya di kamar mandi tapi untungnya upaya itu tidak berhasil. Ketika dia mau menenggelamkan tubuhnya di dalam bak mandi, dia mendapat suatu penglihatan ketika dia meninggal nanti orang tua yang sangat mencintainya akan menangis dikuburannya dan di situ dia sadar bahwa apa yang dilakukannya adalah salah. Nick sangat tertekan. Nick seringkali menyendiri ditengah kesepian dan depresi yang melandanya, dan dalam kesendirian dan keputus-asaannya, dengan berderai air mata dan rintih tangis pilu, ia bertanya mengapa ia berbeda dengan anak-anak lainnya?

Dan saat kesendiriannya itu Nick selalu berdoa dan memohon dengan sangat kepada Tuhan untuk melakukan mujizat bagi dirinya, membiarkan dia tumbuh menjadi besar seiring dengan tumbuh besarnya juga lengan dan kakinya, tapi itu tidak pernah sama sekali terjadi. Dia tetap tidak mempunyai lengan dan kaki. Sering muncul pertanyaan yang tak pernah bisa terjawab, mengapa dia bisa terjebak dalam tubuh yang mengerikan ini?

Dia tidak pernah percaya diri, dia selalu berpikir bagaimana supaya hidup normal. Bagaimana dengan masa depannya, pasti akan mengalami penolakan dan kesepian. Pasti tidak akan  punya pekerjaan, punya istri dan anak.

Ketika dia berusia 13 tahun, dia membaca sebuah artikel surat kabar tentang seorang pria cacat yang berhasil mencapai hal-hal besar dan membantu orang lain, bermain golf dengan klub terselip di bawah dagunya. Dia menyadari mengapa Allah telah membuatnya seperti ini, untuk memberi harapan kepada orang lain. Itu sangat menginspirasinya dan dia memutuskan untuk menggunakan hidupnya untuk mendorong orang lain dan memberi mereka pengharapan.

Menurut Nick, kemenangannya melawan keputus-asaan dan ketidak berdayaan, serta munculnya gairah hidup yang dimilikinya adalah karena imannya kepada Tuhan Yesus, dukungan dan kasih sayang keluarganya, teman-temannya yang mengasihinya, serta banyak orang yang dia temui selama hidupnya yang telah mendorongnya untuk selalu mempunyai pengharapan dan semangat untuk terus berjuang.

Bahkan akhirnya, dia mulai menyadari bahwa hal-hal yang dia kerjakan sehari-hari dalam kondisi fisik terbatas itu, kemudian menjadi inspirasi bagi orang lain yang mempunyai keterbatasan fisik, bahkan orang-orang dengan kondisi fisik yang sempurna sekalipun. Dia berterima kasih kepada Tuhan bahwa dia masih hidup dan menyadari bahwa hidupnya sangat berarti bagi dirinya dan juga orang lain.

Pada tahun 1990 Nick memenangkan Citizen Muda Australia of the Year untuk keberanian dan ketekunan. Pada tahun 2005, Nick dinominasikan untuk Penghargaan sebagai “Young Man Australia of the Year”, yang merupakan kehormatan besar di Australia. Kehormatan penghargaan bagi orang muda untuk keunggulan mereka dan pelayanan kepada masyarakat dan bangsa, serta prestasi pribadi mereka. Nominasi untuk penghargaan ini hanya diberikan kepada orang yang benar-benar inspiratif dan berpretasi.

Pada usia 19 tahun Nick telah berkeliling dunia, berbagi cerita dengan jutaan orang, berbicara kepada berbagai kelompok yang berbeda seperti siswa, guru, pemuda, pebisnis pria dan wanita, pengusaha, dan jemaat gereja dari semua ukuran. Dia juga menceritakan kisahnya dan telah diwawancarai televisi di seluruh dunia.

Sampai sekarang Dia secara rutin melakukan perjalanan internasional untuk berbicara dengan jemaat-jemaat Kristen, sekolah, dan rapat perusahaan. Dia telah memberitakan injil kepada lebih dari tiga juta orang dan lebih dari 27 negara. Termasuk di negara Islam, Budha, Hindu, dan Komunis.

Nick lulus dari Griffith Universiy pada usia 21 dengan dua jurusan Akuntansi dan Keuangan Perencanaan. Dia juga mendirikan organisasi nirlaba “Hidup Dengan Keterbatasan”.  Sekarang Dia telah memiliki perusahaan, istri, dan anak.

Vujicic mempromosikan karyanya melalui acara televisi seperti The Oprah Winfrey Show dan juga dengan menulis buku pertamanya yang berjudul Life Without Limits: Inspiration for A Ridiculously Good Life, pertama kali diterbitkan oleh Random House tahun 2010. Dia juga menulis buku berjudul, “No Arms, No Legs, No Worries”. Dia muncul dalam film pendek “The Circus Butterfly” yang memenangkan Doorpost Film Project’s tahun 2009, dan penghargaan Film Pendek Terbaik di Method Fest Film Festival, di mana Vujicic juga dianugerahi Aktor Terbaik dalam film pendek Butterfly Circus, dia juga memenangkan Film Pendek Terbaik di Feel Good Film Festival di Hollywood pada tahun 2010.

Nick Vujicic membuktikan bahwa dirinya mempunyai keberanian yang besar di tengah keterbatasan fisiknya. Nick juga menginspirasi banyak orang dengan dan tanpa cacat untuk terus berusaha dan melakukan yang terbaik dalam segala sesuatu yang dapat mereka lakukan dalam kehidupan mereka.

Nick selalu mengatakan, “Jika Anda memiliki keinginan dan semangat untuk melakukan sesuatu, dan jika itu kehendak Allah, Anda akan memperolehnya pada saat yang paling tepat dan paling baik”.

 

Nick sudah pernah berkunjung ke Indonesia, bahkan memberitakan Injil di beberapa kota di Indonesia. Dia juga muncul di acara TV Indonesia seperti Dahsyat Music RCTI 24 Agustus 2013. Dan lihat juga music videonya Nick Vujicic – Something More-

 

(Yeremia 29:11) Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman TUHAN, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan.

For I know the thoughts and plans that I have for you, says the Lord, thoughts and plans for welfare and peace and not for evil, to give you hope in your final outcome.

 

“Orang kerap bertanya bagaimana aku bisa bahagia walaupun tidak punya lengan dan tungkai. Jawaban cepatku adalah aku punya pilihan. Aku bisa merasa marah karena tidak punya tungkai, atau aku bisa bersyukur karena punya tujuan. Aku memilih sikap bersyukur. Kau juga bisa melakukannya.” – Nick Vujicic –

Sekian dulu yah sobat wordpress, God Bless You. Jesus Inside, Devil Outside.,🙂

 

 

 

 

 

Published on: Jun 3,  2014  @15:35

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s